KONEKSI ANTAR MATERI KESIMPULAN DAN REFLEKSI MODUL 1.1
Oleh : Etik Wahyuni, S.Pd_CGP Angkatan 56_Kota Pasuruan
Kesimpulan dan refleksi saya terhadap pemikiran-pemikiran KHD menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:
1. Apa yang saya percaya tentang murid dan pembelajaran sebelum mempelajari modul?
2. Apa yang berubah dari pemikiran atau perilaku saya setelah mempelajari modul?
3. Apa yang segera dapat saya terapkan lebih baik agar kelas mencerminkan pemikiran KHD?
Pendidikan guru penggerak khususnya angkatan 6 yang saya ikuti menggunakan Alur Merdeka yakni Mulai Dari Diri, Elaborasi Konsep, Ruang Kolaborasi, Demonstrasi Kontekstual, Elaborasi Pemahaman, Koneksi antar Materi dan Aksi Nyata.
Alur ini merupakan perwujudan pembelajaran berpusat pada peserta didik yang sangat membantu saya sebagai peserta pendidikan guru penggerak. Alur ini sekaligus memberikan saya inspirasi untuk melakukan pembelajaran di kelas saya.
A. MULAI DARI DIRI
Apa yang saya percaya mengenai murid dan pembelajaran sebelum mempelajari modul?
Sebelum mengikuti guru penggerak, saya sempat memiliki pandangan yang kurang baik terhadap input peserta didik di sekolah. Karena zonasi, mayoritas murid kami berasal dari pinggir pantai yang mata pencaharian keluarganya adalah buruh nelayan, pemilik kapal, pedagang ikan, tukang becak dan lain sebagainya. Hanya sedikit murid kami yang memiliki latar belakang orang tua yang berpendidikan tinggi, tidak seperti saat sekolah kami menjadi sekolah favorit.
Kami para guru terkejut dengan perubahan input peserta didik dan kurang siap. Kami berusaha sekuat tenaga membuat anak didik kami tetap berkualitas dan itu sangat berat. Apalagi pandemi memperparah semuanya. Saat masuk sekolah, semangat belajar kurang terlihat, retensi perhatian mereka pendek, tingkah laku dan kesopanan kurang tertata, serta kemampuan akademik kelas sebelumya rendah.
Karena alasan di atas saya pribadi sempat memiliki pendapat bahwa mereka adalah kertas kosong yang harus saya tulisi. Saya harus membuat mereka rajin belajar, sopan, selalu fokus pada pelajaran, dan bagus kemampuan akademiknya. Mereka harus belajar dengan cara saya.
Pembelajaran saya rencanakan dengan sangat baik dan anak-anak harus menerima tugas , melakukan kegiatan, dan mengumpulkan jenis hasil pekerjaan yang sama. Karena kurangnya pemahaman saya mengenai kodrat zaman dan kodrat alam, maka saya kesulitan menata hati dan pembelajaran dengan baik. Sekitar 40 persen peserta didik tidak mengerjakan tugasnya.
B. ELABORASI KONSEP
Pada tahap eksplorasi konsep, secercah semangat muncul setelah menyaksikan video pendidikan masa kolonial dan intrepretasi filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara. Selain itu, tiga tulisan Ki Hajar Dewantara membuka wawasan dan mata hati saya mengenai hebatnya jiwa beliau berjuang untuk pendidikan di Indonesia.
Pada tahap ini dipelajari secara mandiri mengenai filosofi KHD seperti berikut:
- Pendidikan yang menuntun maksudnya adalah pendidikan yang membimbing segala kodrat yang dimiliki olah anak agar bahagia dan selamat baik sebagai individu mapupun anggota masyarakat. Pendidik layaknya petani dan anak didik diibaratkan sebagai biji tanaman yang disemai.
- Kodrat alam dan zaman maksudnya adalah sifat dan bentuk lingkungan serta isi dan irama dimana anak berada. Peserta didik bukan kertas kosong yang bisa dipaksa ditulisi sesuka hati kita. Mereka telah memiliki kekuatan (kodrat) lingkungan dan waktu(zaman). Kita harus bisa menuntun laku mereka menebalkan laku baik mereka dan menipiskan laku buruk.
- Budi pekerti merupakan perpaduan antara cipta, rasa, dan karsa sehingga bisa menciptakan karya. Budi pekerti melatih anak untuk memiliki kesadaran diri yang utuh untuk menjaga dirinya dan kemerdekaan orang lain.
- Pendidikan yang menghamba pada anak bermakna dalam menuntun anak didik kita, kita harus mengutamakan kepentingan anak.
C. RUANG KOLABORASI
Melalui ruang kolaborasi, pemahaman konsep yang digali secara mandiri kemudian disusun dalam hasil kerja bersama berupa presentasi menemukenali nilai luhur sosial budaya dalam menebalkan laku murid. Hal ini berkaitan dengan kesadaran kita untuk menemukenali kodrat alam dan zaman anak didik kita sebagai dasar menuntun. Dari hasil kolaborasi ditemukenali latar belakang sosiokultural peserta didik daerah Pasuruan yaitu:
Kodrat alam peserta didik daerah Pasuruan




